|
SURAT
EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK
SE-8/PJ/2008
Ditetapkan
tanggal 28 Februari 2008
TINDAK
LANJUT HASIL EKSTENSIFIKASI
WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI
Sehubungan
dengan kegiatan ekstensifikasi Wajib Pajak Orang Pribadi sesuai
dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-175/PJ/2006
tanggal 19 Desember 2006 tentang Tata Cara Pemutakhiran Data Objek
Pajak dan Ekstensifikasi Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Melakukan
Kegiatan Usaha dan/atau Memiliki Tempat Usaha di Pusat Perdagangan
dan/atau Pertokoan, Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor
PER-16/PJ/2007 tanggal 25 Januari 2007 tentang Pemberian Nomor Pokok
Wajib Pajak Orang Pribadi Yang Berstatus Sebagai Pengurus, Komisaris,
Pemegang Saham/Pemilik dan Pegawai Melalui Pemberi Kerja/Bendaharawan
Pemerintah, dan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor
PER-116/PJ/2007 tanggal 29 Agustus 2007 tentang Ekstensifikasi Wajib
Pajak Orang Pribadi melalui Pendataan Objek Pajak Bumi dan Bangunan,
dengan ini disampaikan petunjuk mengenai tindak lanjut hasil
ekstensifikasi sebagai berikut :
-
Sesuai
dengan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak
tersebut di atas, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Domisili agar
mengadministrasikan berkas Wajib Pajak baru.
-
Dalam
hal berkas Wajib Pajak belum lengkap, KPP Domisili, dan dibantu oleh
KPP Lokasi, harus melakukan usaha aktif untuk melengkapi persyaratan
berkas Wajib Pajak, antara lain fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)
dan Lampiran Pemutakhiran Data Objek Pajak (LPDOP)/Lampiran
Pendataan Objek Pajak (LPOP).
-
Terhadap
Wajib Pajak yang telah diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak tersebut di atas :
-
kewajiban
perpajakannya dilakukan dengan tetap mengacu pada prinsip
self-assessment;
-
agar
dihimbau untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan contoh
Surat Himbauan sebagaimana lampiran I, paling lambat :
-
1 (satu)
bulan setelah Surat Edaran ini diterbitkan, untuk Wajib Pajak baru
yang terdaftar sebelum Surat Edaran ini diterbitkan;
-
1 (satu)
bulan setelah Wajib Pajak terdaftar, untuk Wajib Pajak baru yang
terdaftar setelah Surat Edaran ini diterbitkan;
-
agar
diupayakan untuk mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan dengan
menggunakan formulir sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
-
Untuk
Wajib Pajak karyawan swasta maupun Pengawa Negeri Sipil (PNS) yang
memperoleh penghasilan hanya dari 1 (satu) pemberi kerja dengan
jumlah penghasilan bruto dari pekerjaan tidak melebihi Rp
30.000.000,00 (tiga puluh juta rupiah) setahun dan tidak memperoleh
penghasilan lainnya kecuali penghasilan bunga bank dan/atau bunga
koperasi, mengisi SPT menggunakan formulir 1770 SS;
-
Berkaitan
dengan pemberian himbauan kepada Wajib Pajak, kepala KPP diminta
untuk melaporkan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal
Pajak setiap bulan dengan format laporan sebagaimana Lampiran II dan
kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak diminta untuk
melaporkan kepada Direktur Jenderal Pajak u.p. Direktur
Ekstensifikasi dan Penilaian setiap triwulan dengan format laporan
sebagaimana Lampiran III.
Demikian
disampaikan untuk dilaksanakan sebaik-baiknya.
|
Ditetapkan
di Jakarta
Tanggal 28 Februari 2008
Direktur
Jenderal,
ttd.
Darmin
Nasution
NIP. 130605098
|
Tembusan :
-
Sekretaris
Direktorat Jenderal Pajak;
-
Para
Direktur dan Tenaga Pengkaji di Lingkungan Direktorat Jenderal
Pajak.
|
Lampiran I
|
|
Surat Edaran Direktur
Jenderal Pajak
|
|
Nomor
|
:
|
SE-8/PJ/2008
|
|
Tanggal
|
:
|
28
Februari 2008
|
Contoh surat himbauan
|
(Kop
Surat Kantor Pelayanan)
|
|
......(tanggal
surat).... 2008
|
|
Yth. .......(Nama Wajib
Pajak).....
..............(alamat)......................
NPWP
: ............................................
|
Ucapan terima
kasih dan penghargaan kami sampaikan atas kesadaran dan kepedulian
Saudara untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang merupakan
sarana administrasi perpajakan untuk melaksanakan baik kewajiban
perpajakan maupun mendapatkan hak Saudara sebagai Wajib Pajak.
Pelaksanaan kewajiban perpajakan yang Saudara lakukan merupakan
bentuk partisipasi langsung dalam membiayai pembangunan nasional yang
menjadi tanggung jawab kita bersama sebagai bangsa.
perpajakan di
Indonesia menganut sistem self assessment yang memberi kepercayaan
penuh kepada Wajib Pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya
dengan cara menghitung, membayar dan melaporkan sendiri pajak yang
terutang. Adapun kewajiban Saudara selaku Wajib Pajak antara lain :
-
Membayar
angsuran pajak yang terutang paling lambat setiap tanggal 15 bulan
berikutnya dan melaporkan Surat Pemberitahuan Masa (SPT Masa) paling
lambat setiap tanggal 20 bulan berikutnya;
-
Mengisi
dan menyampaikan Surat pemberitahuan Tahunnan (SPT Tahunan) Pajak
Penghasilan sebagai sarana untuk melaporkan dan
mempertanggungjawabkan penghitungan dan pembayaran pajak terutang,
paling lambat tanggal 31 Maret ..........
Dalam hal
Saudara belum melaksanakan kewajiban perpajakan dan untuk menghindari
sanksi yang akan memberatkan Saudara, dengan ini Kami himbau agar
Saudara segera membayar angsuran pajak yang menjadi kewajiban Saudara
sesuai dengan kondisi usaha Saudara serta menyampaikan SPT Tahunan
Pajak Penghasilan.
Untuk bantuan
dan informasi dalam rangka memenuhi kewajiban perpajakan, Saudara
dapat menghubungi kami di Kantor Pelayanan .....(nama
unit)................no. telp.......... petugas kami dengan siap dan
senang hati akan membantu, atau silakan mengunjungi Home Page
Direktorat Jenderal Pajak dengan alamat http://www.pajak.go.id.
Kepedulian
dan peran aktif Saudara dalam melaksanakan kewajiban perpajakan
sangat menentukan dalam kemandirian APBN. terima kasih atas peran
serta Saudara.
|
Kepala
Kantor,
..(Nama
Kepala Kantor)........
NIP (NIP Kepala Kantor)
|
|
Lampiran
II
|
|
Surat
Edaran Direktur Jenderal Pajak
|
|
Nomor
|
:
|
SE-8/PJ/2008
|
|
Tanggal
|
:
|
28
Februari 2008
|
|
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP ..............1)
|
|
Yth.
Kepala Kantor Wilayah DJP ........
di-____________
|
Laporan
Bulanan Pengawasan Penyampaian Surat Himbauan Wajib Pajak Hasil
Ekstensifikasi WP OP
KPP/KPP PRATAMA
................2)
Bulan....................3)
|
No
|
Uraian
|
Jumlah
|
|
s.d. Bulan
lalu
|
Bulan ini
|
s.d. Bulan
ini
|
|
1
|
Wajib Pajak Orang
Pribadi Hasil Ekstensifikasi
|
|
|
|
|
2
|
Surat Himbauan yang
telah disampaikan
|
|
|
|
|
3
|
Wajib Pajak yang telah
merespon
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
|
..............,.......200............4)
Kepala
Kantor,
......................5)
NIP...................
|
PETUNJUK
PENGISIAN
LAPORAN BULANAN PENGAWASAN PENYAMPAIAN SURAT HIMBAUAN
WAJIB PAJAK HASIL EKSTENSIFIKASI WP OP
|
Angka 1)
|
:
|
Diisi
dengan nama Kantor Wilayah DJP yang membawahi KPP/KPP Pratama yang
menyampaikan Laporan
|
|
Angka 2)
|
:
|
Diisi
dengan nama KPP/KPP Pratama yang menyampaikan laporan
|
|
Angka 3)
|
:
|
Diisi
dengan bulan dan tahun laporan
|
|
Angka 4)
|
:
|
Diisi
dengan tanggal pembuatan laporan
|
|
Angka 5)
|
:
|
Diisi
dengan Nama, NIP dan tanda tangan Kepala Kantor
|
PENGISIAN
KOLOM
|
Baris 1
|
:
|
Diisi
dengan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Hasil Ekstensifikasi yang
telah diterbitkan NPWP
|
|
Baris 2
|
:
|
Diisi
dengan jumlah surat himbauan yang sudah disampaikan kepada Wajib
Pajak Orang Pribadi Hasil Ekstensifikasi yang telah diterbitkan
NPWP
|
|
Baris 3
|
:
|
Diisi
dengan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Hasil Ekstensifikasi yang
telah merespon surat himbauan dengan melaksanakan kewajiban
perpajakannya antara lain membayar angsuran dan melaporkan SPT
Masa atau mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan.
|
PERIODE
PELAPORAN
Paling lambat setiap tanggal 15 atas kegiatan yang
dilakukan bulan sebelumnya.
|
Lampiran
III
|
|
Surat
Edaran Direktur Jenderal Pajak
|
|
Nomor
|
:
|
SE-8/PJ/2008
|
|
Tanggal
|
:
|
28
Februari 2008
|
|
DIREKTORAT
JENDERAL PAJAK
KANTOR WILAYAH DJP ..............1)
|
|
Yth.
Direktur Jenderal Pajak
u.p. Direktur Ekstensifikasi dan
Penilaian
di Jakarta
|
Laporan
Triwulan Pengawasan Penyampaian Surat Himbauan Wajib Pajak Hasil
Ekstensifikasi WP OP
Triwulan..........Tahunn..........2)
|
No
|
Uraian
|
Jumlah
|
|
s.d.
Triwulan lalu
|
Triwulan
ini
|
s.d.
Triwulan ini
|
|
l.
|
KPP/KPP Pratama
..............
|
|
|
|
|
1
|
Wajib Pajak Orang
Pribadi Hasil Ekstensifikasi
|
|
|
|
|
2
|
Surat Himbauan yang
telah disampaikan
|
|
|
|
|
3
|
Wajib Pajak yang telah
merespon
|
|
|
|
|
ll.
|
KPP/KPP Pratama
..............
|
|
|
|
|
1
|
Wajib Pajak Orang
Pribadi Hasil Ekstensifikasi
|
|
|
|
|
2
|
Surat Himbauan yang
telah disampaikan
|
|
|
|
|
3
|
Wajib Pajak yang telah
merespon
|
|
|
|
|
dst.
|
..............
|
|
|
|
|
1
|
....................
|
|
|
|
|
2
|
....................
|
|
|
|
|
3
|
....................
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
|
..............,........200............3)
Kepala
Kantor,
...........................
NIP...................4)
|
PETUNJUK
PENGISIAN
LAPORAN TRIWULAN PENGAWASAN PENYAMPAIAN SURAT HIMBAUAN
WAJIB PAJAK HASIL EKSTENSIFIKASI WP OP
|
Angka 1)
|
:
|
Diisi
dengan nama Kantor Wilayah DJP yang menyampaikan Laporan
|
|
Angka 2)
|
:
|
Diisi
dengan Triwulan ke dan tahun laporan
|
|
Angka 3)
|
:
|
Diisi
dengan tanggal pembuatan laporan
|
|
Angka 4)
|
:
|
Diisi
dengan Nama, NIP dan tanda tangan Kepala Kantor
|
PENGISIAN
KOLOM
|
Baris
l,ll,dst.
|
:
|
Diisi
dengan nama KPP/KPP Pratama di wilayah kerja Kanwil DJP yang
menyampaikan laporan
|
|
Baris 1
|
:
|
Diisi
dengan jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi Hasil Ekstensifikasi yang
telah diterbitkan NPWP
|
|
Baris 2
|
:
|
Diisi
dengan jumlah surat himbauan yang sudah disampaikan kepada Wajib
Pajak Orang Pribadi Hasil Ekstensifikasi yang telah diterbitkan
NPWP
|
|
Baris 3
|
:
|
Diisi
dengan jumlah Wajib Pajak yang telah merespon surat himbauan
dengan cara melaksanakan kewajiban perpajakan seperti : membayar
angsuran dan melaporkan SPT Masa, Mengisi dan menyampaikan SPT
Tahunan, atau merespon dalam bentuk lain seperti menyampaikan
tanggapan.
|
PERIODE
PELAPORAN
|
Triwulan l
|
:
|
Paling
lambat 1 mei (rekapitulasi atas laporan dari KPP bulan Januari,
Februari, Maret)
|
|
Triwulan
ll
|
:
|
Paling
lambat 1 Agustus (rekapitulasi atas laporan dari KPP bulan April,
Mei, Juni)
|
|
Triwulan
lll
|
:
|
Paling
lambat 1 Nopember (rekapitulasi atas laporan dari KPP bulan Juli,
Agustus, September)
|
|
Triwulan
lV
|
:
|
Paling
lambat 1 Februari tahun berikutnya (rekapitulasi atas laporan dari
KPP bulan Oktober, Nopember, Desember)
|
|