Main Menu

JSI Kantor Konsultan Solusi

HOTLINE
  (021) 9389 5000
(0858) 8070 8000
info [at] konsultansolusi [.] com
JSI-1 WISMA GKBI
  (021) 5799 8105
JSI-2 ROXY MAS
  (021) 9834 2708
JSI-3 JELAMBAR
  (021) 9879 4471
JSI-4 GROGOL
  (021) 5696 3628
JSI-5 KEBON JERUK
  (021) 9255 5138
JSI-6 LINDETEVES
  (021) 9269 2693
JSI-7 WTC Mangga 2
  (021) 9286 8887
JSI-8 Kelapa Gading
  (021) 4585 1116
JSI-9 Taman Harapan Indah
  (021) 569 6666 8
JSI-10 Gading Serpong Tangerang
  (021) 7168 2889
JSI-11 Tanjung Duren
 (021) 5695 8223

Tertarik memiliki kantor konsultan solusi? Klik di sini.

Jadwal Kegiatan

Belum ada jadwal kegiatan baru.
Kegiatan Lalu
Pameran Franchise & License Expo Indonesia 2007
November 9 (8:00 am) - November 11, 2007

Pindah Kantor JSI 5
October 28, 2007 (All Day)

Seminar Pajak
August 30, 2007 (8:00 am)

Pembukaan JSI 10
July 7, 2007 (All Day)

SEMINAR PAJAK
June 27, 2007 (8:00 am)

Pembukaan JSI 9
May 20, 2007 (All Day)

Kalender

CB Login

CB Online

No Users Online
101/PMK.02/2006 - PENETAPAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PDF Print E-mail

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
101/PMK.02/2006
Ditetapkan tanggal 31 Oktober 2006

PENETAPAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN
PASAL 25 DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI DAN
PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TAHUN ANGGARAN 2006


MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :
bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 11 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan Alokasi Definitif Dana Bagi Hasil Pajak Penghasilan Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan Pajak Penghasilan Pasal 21 Tahun Anggaran 2006;

Mengingat :

  1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 3263) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 3985);

  2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4437);

  3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4438);

  4. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2005 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Republik Indonesia Tahun 2006 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 133, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4571);

  5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4575);

  6. Keputusan Presiden Nomor 20/P Tahun 2005;

  7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

  8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 19/PMK.02/2006 tentang Penetapan Alokasi Sementara Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 Tahun Anggaran 2006;

M E M U T U S K A N  :

Menetapkan :
PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG PENETAPAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TAHUN ANGGARAN 2006.

Pasal 1

(1)

Penerimaan Negara dari Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 dibagikan kepada daerah sebesar 20% (dua puluh persen).

(2)

Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibagi dengan rincian sebagai berikut :

 

a.

8% (delapan persen) untuk provinsi yang bersangkutan;

 

b.

12% (dua belas persen) untuk kabupaten/kota dalam provinsi yang bersangkutan.

(3)

Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dibagi dengan rincian sebagai berikut :

 

a.

8,4% (delapan empat persepuluh persen) untuk kabupate/kota tempat wajib pajak terdaftar;

 

b.

3,6% (tiga enam persepuluh persen) untuk seluruh kabupaten/kota dalam provinsi yang bersangkutan dengan bagian yang sama besar.

Pasal 2

(1)

Alokasi Definitif Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 masing-masing daerah untuk Tahun Anggaran 2006 didasarkan atas prognosa realisasi penerimaan PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21.

(2)

Alokasi Definitif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan koreksi atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 19/PMK.02/2006 tentang Penetapan Alokasi Sementara Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 Tahun Anggaran 2006.

(3)

Alokasi Definitif Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 masing-masing daerah Tahun Anggaran 2006 adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini.

Pasal 3

(1)

Penyaluran Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 dilaksanakan secara triwulanan.

(2)

Penyaluran Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 untuk triwulan keempat didasarkan pada selisih antara alokasi definitif keempat didasarkan pada selisih antara alokasi definitif dengan jumlah dana yang telah dicairkan selama triwulan pertama sampai dengan triwulan ketiga.

(3)

Peraturan Menteri Keuangan ini menjadi dasar penyaluran Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 untuk triwulan keempat.

(4)

Dalam hal terjadi kelebihan penyaluran karena penyaluran triwulan pertama sampai dengan triwulan ketiga yang didasarkan atas pembagian sementara lebih besar daripada pembagian definitif maka kelebihan dimaksud diperhitungkan dalam penyaluran tahun anggaran berikutnya.

(5)

Ketentuan mengenai penyaluran Dana Bagi Hasil PPh Pasal 25 dan Pasal 29 Wajib Pajak Orang Pribadi Dalam Negeri dan PPh Pasal 21 diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 4

Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.


 

 


Salinan sesuai dengan aslinya
Kepala BIro Umum
u.b.
Kepala Bagian T.U. Departemen

ttd.

Antonius Suharto
NIP 0600411107

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 31 Oktober 2006

MENTERI KEUANGAN,

ttd.

SRI MULYANI INDRAWATI

 

  LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KEUANGAN
NOMOR 101/PMK.02/2006 TENTANG PENETAPAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PASAL 25 DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TAHUN ANGGARAN 2006.

PENETAPAN ALOKASI DEFINITIF DANA BAGI HASIL PAJAK PENGHASILAN PASAL 25
DAN PASAL 29 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI DALAM NEGERI
DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21 TAHUN ANGGARAN 2006

dalam rupiah

NO DAERAH PPh
     
I Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam 28,453,189,520
1 Kab. Aceh Barat 1,300,826,887
2 Kab. Aceh Besar 2,226,533,066
3 Kab. Aceh Selatan 1,124,098,992
4 Kab. Aceh Singkil 846,188,189
5 Kab. Aceh Tengah 903,074,050
6 Kab. Aceh Tenggara 831,329,520
7 Kab. Aceh Timur 661,818,265
8 Kab. Aceh Utara 3,349,852,289
9 Kab. Bireuen 929,088,016
10 Kab. Aceh Pidie 1,994,440,719
11 Kab. Simeuleu 995,863,625
12 Kota Banda Aceh 11,771,061,723
13 Kota Sabang 1,603,847,331
14 Kota Langsa 2,258,069,539
15 Kota Lhokseumawe 5,550,827,365
16 Kab. Nagan Raya 824,197,518
17 Kab. Aceh Jaya 644,390,250
18 Kab. Aceh Barat Daya 888,584,064
19 Kab. Gayo Lues 786,735,051
20 Kab. Aceh Tamiang 2,444,268,180
21 Kab. Bener Meriah 744,689,641
II Provinsi Sumatera Utara 57,938,105,624
1 Kab. Asahan 3,467,129,960
2 Kab. Dairi 1,387,923,773
3 Kab. Deli Serdang 5,214,201,637
4 Kab. Tanah Karo 1,465,908,003
5 Kab. Labuhan Batu 3,726,275,123
6 Kab. Langkat 3,502,384,130
7 Kab. Mandailing Natal 1,599,472,223
8 Kab. Nias 1,496,943,669
9 Kab. Simalungun 2,498,908,597
10 Kab. Tapanuli Selatan 1,787,242,149
11 Kab. Tapanuli Tengah 1,238,667,816
12 Kab. Tapanuli Utara 1,412,125,258
13 Kab. Toba Samosir 2,293,220,994
14 Kota Binjai 1,565,506,541
15 Kota Medan 35,928,245,867
16 Kota Pematang Siantar 5,055,274,294
17 Kota Sibolga 1,624,358993
18 Kota Tanjung Balai 1,329,348,636
19 Kota Tebing Tinggi 1,505,769,272
20 Kota Padang Sidempuan 2,145,954,288
21 Kab. Pakpak Bharat 1,129,631,943
22 Kab. Nias Selatan 1,198,236,451
23 Kab. Humbang Hasundutan 1,207,186,074
24 Kab. Serdang Berdagai 1,992,355,180
25 Kab. Samosir 1,134,887,564
III Provinsi Sumatera Barat 19,678,968,057
1 Kab. Limapuluh Koto 922,954,421
2 Kab. Agam 1,152,293,069
3 Kab. Kepulauan Mentawai 669,395,761
4 Kab. Padang Pariaman 974,239,050
5 Kab. Pasaman 790,205,142
6 Kab. Pesisir Selatan 864,690,850
7 Kab. Sawahlunto Sijunjung 919,670,740
8 Kab. Solok 840,655,740
9 Kab. Tanah Datar 871,982,963
10 Kota Bukit Tinggi 1,965,946,466
11 Kota Padang Panjang 680,038,478
12 Kota Padang 13,559,576,450
13 Kota Payakumbuh 890,149,138
14 Kota Sawahlunto 731,678,810
15 Kota Solok 778,339,323
16 Kota Pariaman 642,019,053
17 Kab. Pasaman Barat 728,793,242
18 Kab. Dharmasraya 545,075,917
19 Kab. Solok Selatan 990,747,472
IV Provinsi Riau 63,686,582,275
1 Kab. Bengkalis 23,091,766,460
2 Kab. Indragiri Hilir 23,091,766,460
3 Kab. Indragiri Hulu 3,343,724,374
4 Kab. Kampar 3,264,622,993
5 Kab. Kuantan Singingi 3,114,216,384
6 Kab. Pelalawan 5,064,011,651
7 Kab. Rokan Hilir 3,601,632,313
8 Kab. Rokan Hulu 3,044,757,266
9 Kab. Siak 7,524,391,946
10 Kota Dumai 17,304,547,729
11 Kota Pekanbaru 21,815,120,322
V Provinsi Riau Kepulauan 37,646,353,595
1 Kab. Kepulauan Riau 5,800,099,235
2 Kab. Natuna 3,605,967,564
3 Kab. Karimun 3,581,301,656
4 Kota Batam 35,964,613,280
5 Kota Tanjung Pinang 4,819,195,508
6 Kab. Lingga 2,968,353,150
VI Provinsi Jambi 10,654,267,581
1 Kab. Batanghari 1,719,061,369
2 Kab. Bungo 1,374,165,367
3 Kab. Kerinci 844,724,585
4 Kab. Merangin 1,154,672,649
5 Kab. Muaro Jambi 873,287,208
6 Kab. Sarolangun 792,425,625
7 Kab. Tanjung Jabung Barat 778,257,971
8 Kab. Tanjung Jabung Timur 1,139,791,421
9 Kab. Tebo 711,599,098
10 Kota Jambi 6,596,416,080
VII Provinsi Sumatera Selatan 42,392,859,162
1 Kab. Lahat 2,170,685,455
2 Kab. Musi Banyuasin 3,486,244,998
3 Kab Musi Rawas 1,435,436,044
4 Kab. Muara Enim 6,759,479,037
5 Kab. Ogan Komering Ilir 2,268,064,071
6 Kab. Ogan Komering Ulu 2,556,818,557
7 Kota Palembang 28,090,991,373
8 Kota Pagar Alam 1,671,844,828
9 Kota Lubuk Linggau 2,871,749,888
10 Kota Prabumulih 4,525,251,073
11 Kab. Banyuasin 2,471,827,818
12 Kab. Ogan Ilir 1,867,182,905
13 Kab. OKU Timur 1,858,491,042
14 Kab. OKU Selatan 1,555,221,653
VIII Provinsi Bangka Belitung 6,038,352,744
1 Kab. Bangka 825,174,950
2 Kab. Belitung 963,036,680
3 Kota Pangkal Pinang 4,640,633,832
4 Kab. Bangka Selatan 492,664,027
5 Kab. Bangka Tengah 1,072,104,799
6 Kab. Bangka Barat 493,749,076
7 Kab. Belitung Timur 570,165,752
IX Provinsi Bengkulu 4,864,372,710
1 Kab. Bengkulu Selatan 398,865,892
2 Kab. Bengkulu Utara 706,562,432
3 Kab. Rejang Lebong 689,239,098
4 Kota Bengkulu 3,525,835,870
5 Kab. Kaur 316,869,053
6 Kab. Seluma 326,406,661
7 Kab. Mukomuko 556,918,304
8 Kab. Lebong 327,900,196
9 Kab. Kepahiang 447,961,560
X Provinsi Lampung 20,684,330,201
1 Kab. Lampung Barat 1,201,766,545
2 Kab. Lampung Selatan 3,026,755,393
3 Kab. Lampung Tengah 2,133,913,951
4 Kab. Lampung Utara 1,765,647,790
5 Kab. Lampung Timur 1,618,135,514
6 Kab. Tanggamus 1,630,866,614
7 Kab. Tulang Bawang 6,133,779,723
8 Kab. Way Kanan 1,29,390,519
9 Kota Bandar Lampung 9,493,410,666
10 Kota Metro 2,812,828,586
XI Provinsi DKI Jakarta 3,072,665,317,903
XII Provinsi Jawa Barat 237,379,835,646
1 Kab. Bandung 11,148,105,552
2 Kab. Bekasi 82,502,794,90
3 Kab. Bogor 23,268,108,090
4 Kab. Ciamis 5,477,028,632
5 Kab. Cianjur 5,493,763,999
6 Kab. Cirebon 7,808,018,943
7 Kab. Garut 5,608,003,624
8 Kab. Indramayu 11,209,703,326
9 Kab. Karawang 25,593,574,003
10 Kab. Kuningan 5,366,280,591
11 Kab. Majalengka 5,309,305,645
12 Kab. Purwakarta 11,688,591,691
13 Kab. Subang 6,054,872,168
14 Kab. Sukabumi 5,762,142,583
15 Kab. Sumedang 5,834,065,349
16 Kab. Tasikmalaya 4,995,568,576
17 Kota Bandung 50,540,673,712
18 Kota Bekasi 22,471,016,009
19 ota Bogor 11,794,463,646
20 Kota Cirebon 8,844,715,405
21 Kota Depok 15,319,480,771
22 Kota Sukabumi 6,085,838,220
23 Kota Cimahi 5,999,760,626
24 Kota Tasikmalaya 7,239,223,849
25 Kota Banjar 4,654,653,550
XIII Provinsi Banten 101,255,953,016
1 Kab. Lebak 8,677,495,811
2 Kab. Pandeglang 8,554,607,644
3 Kab. Serang 16,492,794,105
4 Kab. Tangerang 46,584,285,879
5 Kab. Cilegon 24,688,832,046
6 Kota Tangerang 46,688,832,046
XIV Provinsi Jawa Tengah 85,847,996,005
1 Kab. Banjarnegara 1,901,253,780
2 Kab. Banyumas 4,095,544,710
3 Kab. Batang 1,982,545,769
4 Kab. Blora 2,998,525,144
5 Kab. Boyolali 1,946,820,671
6 Kab. Brebes 1,918,683,743
7 Kab. Cilacap 9,269,263,743
8 Kab. Demak 2,199,460,546
9 Kab. Grobongan 2,579,827,569
10 Kab. Jepara 7,413,381,936
11 Kab. Karanganyar 2,303,934,913

 
< Prev   Next >
© 2010 JSI Konsultan Solusi
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.