Main Menu
JSI Kantor Konsultan Solusi
| HOTLINE |
| | (021) 9389 5000 (0858) 8070 8000 |
| info [at] konsultansolusi [.] com |
| JSI-1 WISMA GKBI |
| | (021) 5799 8105 |
| JSI-2 ROXY MAS |
| | (021) 9834 2708 |
| JSI-3 JELAMBAR |
| | (021) 9879 4471 |
| JSI-4 GROGOL |
| | (021) 5696 3628 |
| JSI-5 KEBON JERUK |
| | (021) 9255 5138 |
| JSI-6 LINDETEVES |
| | (021) 9269 2693 |
| JSI-7 WTC Mangga 2 |
| | (021) 9286 8887 |
| JSI-8 Kelapa Gading |
| | (021) 4585 1116 |
| JSI-9 Taman Harapan Indah |
| | (021) 569 6666 8 |
| JSI-10 Gading Serpong Tangerang |
| | (021) 7168 2889 |
JSI-11 Tanjung Duren
|
| | (021) 5695 8223
|
Tertarik memiliki kantor konsultan solusi? Klik di sini.
CB Online
No Users Online
|
SE-12/PJ.43/2000 - KEWAJIBAN PERPAJAKAN BENDAHARAWAN |
|
|
|
|
SURAT
EDARAN
SE-12/PJ.43/2000
Ditetapkan tanggal 29 Mei 2000
KEWAJIBAN PERPAJAKAN
BENDAHARAWAN
Sehubungan dengan adanya
Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2000 tentang intensifikasi
pemungutan dan penyetoran PPh, PPN dan PPnBM yang dipungut oleh Bendaharawan
Daerah dan Pemegang Kas Daerah terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah, dipandang perlu untuk mengingatkan kembali pelaksanaan kewajiban
perpajakan Bendaharawan dengan penegasan sebagai berikut :
-
Dalam Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan
Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1994 telah ditegaskan bahwa
yang dimaksud dengan wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang menurut
ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan ditentukan untuk melakukan
kewajiban perpajakan termasuk pemungut pajak atau pemotong pajak tertentu.
Selanjutnya setiap wajib pajak tersebut wajib mengisi Surat Pemberitahuan,
menandatangani dan menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat
wajib pajak terdaftar.
-
Sebagaimana telah diatur dalam
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 251/KMK.04/1995
tanggal 2 Juni 1995 yang mengatur tentang kewajiban pembayaran dan pelaporan
pajak bagi wajib pajak termasuk Bendaharawan dengan ketentuan sebagai berikut
:
-
PPh pasal 21
PPh Pasal 21
yang dipotong oleh Bendaharawan wajib disetor ke Bank Persepsi/Bank Pos
selambat-lambatnya tanggal sepuluh bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak
berakhir dan menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa ke Kantor Pelayanan Pajak
atau Kantor Penyuluhan Pajak tempat Bendaharawan terdaftar selambat-lambatnya
dua puluh hari setelah Masa Pajak berakhir;
-
PPh Pasal 22
PPh Pasal 22
yang pemungutannya dilakukan oleh Bendaharawan wajib disetor ke Bank
Persepsi/Bank Pos pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran atas
penyerahan barang yang dibiayai dari belanja negara dengan menggunakan Surat
Setoran Pajak yang telah diisi oleh dan atas nama rekanan serta ditandatangani
oleh Bendaharawan. Selanjutnya Bendaharawan wajib menyampaikan Surat
Pemberitahuan Masa PPh Pasal 22 Belanja Negara ke Kantor Pelayanan Pajak atau
Kantor Penyuluhan Pajak tempat Bendaharawan terdaftar selambat-lambatnya empat
belas hari setelah Masa Pajak berakhir;
-
PPN dan PPn BM
Pajak
Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang pemungutannya dilakukan
oleh Bendaharawan wajib disetor ke Bank Persepsi/Bank Pos selambat-lambatnya
tanggal tujuh bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir dan melaporkan
hasil pemungutannya ke Kantor Pelayanan Pajak atau Kantor Penyuluhan Pajak
tempat Bendaharawan terdaftar selambat-lambatnya empat belas hari setelah Masa
Pajak berakhir.
-
Para Kepala KPP agar melakukan
pengawasan atas kepatuhan pelaksanaan kewajiban perpajakan Bendaharawan dan
melakukan intensifikasi pemotongan/pemungutannya termasuk dalam hal Bendaharawan
tidak memenuhi kewajiban perpajakannya.
Demikian untuk diketahui dan
dilaksanakan sebagaimana mestinya.
DIREKTUR
JENDERAL,
ttd
MACHFUD SIDIK
|