|
SURAT EDARAN DIRJEN
PAJAK
SE-17/PJ.52/2005
Ditetapkan tanggal 27 Desember 2005
PETUNJUK PELAKSANAAN
PENCABUTAN SECARA JABATAN PENGUKUHAN SEBAGAI PENGUSAHA KENA PAJAK YANG
TIDAK
MEMENUHI SYARAT LAGI SEBAGAI PENGUSAHA KENA PAJAK
-
Bahwa dalam rangka
meningkatkan pelayanan, tertib administrasi, dan pengawasan terhadap Pengusaha
Kena Pajak (PKP), diperlukan petunjuk pelaksanaan pencabutan pengukuhan sebagai
Pengusaha Kena Pajak yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai Pengusaha Kena
Pajak sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 ayat (3) Keputusan Direktur Jenderal
Pajak Nomor 161/PJ./2001 tentang Jangka Waktu
Pendaftaran Dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran Nomor Pokok
Wajib Pajak, Serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Sebagai Pengusaha Kena
Pajak, sebagai berikut :
-
Pasal 1 ayat (3) Keputusan
Direktur Jenderal Pajak Nomor 161/PJ./2001
mengatur bahwa pencabutan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena Pajak dilakukan
dalam hal Pengusaha Kena Pajak pindah alamat ke wilayah kerja Kantor Pelayanan
Pajak lain, bubar atau tidak memenuhi syarat lagi sebagai Pengusaha Kena
Pajak.
-
Pengusaha Kena Pajak yang
tidak memenuhi syarat lagi sebagai Pengusaha Kena Pajak, sebagaimana dimaksud
dalam huruf a antara lain :
| |
b.1)
|
PKP yang sudah meninggal
dunia/bubar, tetapi belum ada surat keterangan resminya, yaitu
:
|
| |
|
b.1.1)
|
PKP Perseorangan yang telah
meninggal dunia tetapi belum diterima pemberitahuan tertulis secara resmi dari
ahli warisnya (belum dilampirkan Surat Keterangan/Akte
Kematian);
|
| |
|
b.1.2)
|
PKP Badan yang telah bubar
tetapi belum ada Akte Pembubarannya yang Instansi yang berwenang atau belum ada
penyelesaian likuidasi (bagi badan yang sudah mendapat pengesahan dari
Departemen Kehakiman).
|
| |
b.2)
|
PKP tidak ditemukan alamatnya,
walaupun sudah dilakukan penelitian lapangan sesuai dengan Surat Edaran Direktur
Jenderal Pajak Nomor SE-03/PJ./2005 tentang
Registrasi Ulang Pengusaha Kena Pajak.
|
| |
b.3)
|
PKP yang secara nyata
berdasarkan hasil penelitian lapangan tidak menunjukkan adanya kegiatan usaha
lagi.
|
| |
b.4)
|
PKP yang berdasarkan
pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, atau penyelidikan pajak diduga kuat
menyalahgunakan atau menggunakan tanpa hak Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak.
|
-
Kepala Kantor Pelayanan Pajak
dapat melakukan pencabutan secara jabatan pengukuhan sebagai Pengusaha Kena
Pajak yang tidak memenuhi syarat lagi sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan
menggunakan formulir Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak ini,
setelah terlebih dahulu dilakukan hal-hal sebagai berikut :
| |
c.1)
|
Dilakukan pengecekan terhadap
Laporan Hasil Penelitian Lapangan Pengusaha Kena Pajak;
|
| |
c.2)
|
Dilakukan penyortiran terhadap
Laporan Hasil Penelitian Lapangan Pengusaha Kena Pajak yang diusulkan untuk
dicabut pengukuhan Pengusaha Kena Pajak-nya;
|
| |
c.3)
|
Terhadap Pengusaha Kena Pajak
yang diusulkan untuk dicabut pengukuhan Pengusaha Kena Pajak-nya diterbitkan
Surat Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena
Pajak.
|
-
Dalam hal Pengusaha Kena Pajak
yang dicabut Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak-nya secara jabatan ternyata masih
memenuhi syarat sebagai Pengusaha Kena Pajak, maka Pengusaha Kena Pajak tersebut
wajib melaporkan kegiatan usahanya dikukuhkan kembali sebagai Pengusaha Kena
Pajak dengan cara mengisi, menandatangani, dan menyampaikan formulir pendaftaran
baru ke Kantor Pelayanan Pajak.
-
Faktur Pajak yang diterbitkan
dalam masa pajak sejak pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak sampai dengan
pengukuhan kembali sebagai Pengusaha Kena Pajak tidak dapat dikredtikan.
-
Laporan Hasil Penelitian
Lapangan yang dihasilkan dari pelaksanaan Registrasi Ulang PKP sebagaimana
diatur dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-03/PJ.52/2005 pada dasarnya penghapusan NPWP
dan/atau pencabutan pengukuhan PKP sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal
Pajak Nomor SE-07/PJ.7/2005 tentang Kebijakan
Pemeriksaan Untuk Tujuan Lain.
-
Untuk menghindari duplikasi
pekerjaan, maka terhadap PKP yang diusulkan oleh Tim Peneliti untuk dicabut
pengukuhan PKP-nya berdasarkan Laporan Hasil Penelitian Lapangan, maka
pencabutan pengukuhan PKP dari master file dapat langsung dilakukan tanpa
melalui proses pemeriksaan pajak.
-
Selanjutnya, sehubungan dengan
registrasi ulang Pengusaha Kena Pajak sesuai dengan Surat Edaran Direktur
Jenderal Pajak Nomor SE-03/PJ./2005 tentang
Registrasi Ulang Pengusaha Kena Pajak, dengan ini diinstruksikan hal-hal sebagai
berikut :
-
Kepala Kantor Pelayanan Pajak
Direktorat Jenderal Pajak;
| |
a.1)
|
Menyelesaikan penelitian
lapangan terhadap seluruh PKP yang dikukuhkan di Kantor Pelayanan Pajak
masing-masing;
|
| |
a.2)
|
Membuat Surat Pencabutan
Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak terhadap PKP yang diusulkan untuk
dicabut;
|
| |
a.3)
|
Membuat Laporan Rekapitulasi
Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam bentuk hard
copy dan soft copy (disker lapangan program excel) kepada Kepala
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak lampiran 1 Surat Edaran ini, paling
lambat tanggal 23 Desember, untuk laporan pertama kali paling lambat
tanggal 30 Desember 2005.
|
| |
a.4)
|
Membuat Laporan Rekapitulasi
Jumlah Pengusaha Kena Pajak dalam bentuk hard copy dan soft copy
(disket dengan program excel) kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Direktur PPN
dan PTLL dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam lampiran III
Surat Edaran ini, paling lambat tanggal 23 Desember, untuk laporan pertama kali
paling lambat tanggal 30 Desember
2005.
|
-
Kepala Kantor Wilayah
Direktorat Jenderal Pajak :
| |
b.1)
|
Memantau tindak lanjut
penelitian lapangan terhadap seluruh PKP yang Dikukuhkan oleh KPP di lingkungan
wilayahnya.
|
| |
b.2)
|
Membuat laporan Rekapitulasi
Surat Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam bentuk hard
copy dan soft copy (disket dengan PTLL dengan menggunakan formulir
sebagaimana ditetapkan dalam lampiran II Surat Edaran ini, paling lambat tanggal
28 Desember, untuk laporan pertama kali paling lambat tanggal 6 Januari
2006.
|
| |
b.3)
|
Membuat Laporan Rekapitulasi
Jumlah Pengusaha Kena Pajak dalam bentuk hard copy dan soft copy
(disket dengan progam excel) kepada Direktur Jenderal Pajak c.q. Direktur PPN
dan PTLL dengan menggunakan formulir sebagaimana ditetapkan dalam lampiran III
Surat Edaran ini, paling lambat tanggal 28 Desember, untuk laporan pertama kali
paling lambat tanggal 6 Januari
2006.
|
Demikian untuk diketahui dan
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
| |
Direktur Jenderal
Pajak,
ttd
Hadi Poernomo
NIP
060027375
|
Tembusan :
-
Sekretaris Jenderal Departemen
Keuangan;
-
Inspektur Jenderal Departemen
Keuangan;
-
Kepala Biro Hukum Dan Humas
Departemen Keuangan;
-
Sekretaris Direktorat Jenderal
Pajak;
-
Pada Direktur Di Lingkungan
Direktorat Jenderal Pajak;
-
Pada Tenaga Pengkaji Di
Lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.
DEPARTEMEN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
KANTOR WILAYAH .........
KANTOR PELAYANAN PAJAK
..... |
|
Lampiran I
Surat
Edaran Dirjen Pajak
Nomor : SE-17/PJ.52/2005
Ditetapkan tanggal 27
Desember 2005 |
REKAPITULASI HASIL
PENELITIAN LAPANGAN
PENGUSAHA KENA PAJAK
| No |
Nama
WP |
NPWP |
Tanggal
Pengukuhan |
KLU |
Alamat
Terakhir |
Status
Usaha |
Nomor
Surat Pencabutan PKP |
Tanggal
Pencabutan |
Kode
Seri Faktur Pajak |
Alasan
Dicabut |
| Pusat |
Cabang |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
1
2
dst
1
2
dst
|
KPP
.........
KPP ......... |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Jumlah |
|
|
|
|
| |
.............,.............
Kepala Kantor
........................
NIP.
|
DEPARTEMEN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
KANTOR WILAYAH .........
KANTOR PELAYANAN PAJAK
..... |
|
Lampiran II
Surat
Edaran Dirjen Pajak
Nomor : SE-17/PJ.52/2005
Ditetapkan tanggal 27
Desember 2005 |
REKAPITULASI HASIL
PENELITIAN LAPANGAN
PENGUSAHA KENA PAJAK
| No |
Nama
WP |
NPWP |
Tanggal
Pengukuhan |
KLU |
Alamat
Terakhir |
Status
Usaha |
Nomor
Surat Pencabutan PKP |
Tanggal
Pencabutan |
Kode
Seri Faktur Pajak |
Alasan
Dicabut |
| Pusat |
Cabang |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
11 |
12 |
1
2
dst
1
2
dst
|
KPP
.........
KPP ......... |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Jumlah |
|
|
|
|
| |
.............,.............
Kepala Kantor
........................
NIP.
|
DEPARTEMEN KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
KANTOR WILAYAH .........
KANTOR PELAYANAN PAJAK
..... |
|
Lampiran
III
Surat Edaran Dirjen Pajak
Nomor : SE-17/PJ.52/2005
Ditetapkan
tanggal 27 Desember 2005 |
REKAPITULASI
JUMLAH
PENGUSAHA KENA PAJAK
| No |
Nama
KPP |
Jumlah PKP
Terdaftar (Aktif)
per 20 Desember 2005 |
Jumlah PKP
Dicabut
per 20 Desember 2005 |
Jumlah PKP
Sebelum Dicabut
per 20 Desember 2005 |
| 1 |
2 |
3 |
4 |
5 = (3) +
(4) |
1.
2.
dst |
KPP .....
KPP
.....
|
|
|
|
| Jumlah |
|
|
| |
.............,.............
Kepala Kantor
........................
NIP.
|
|